rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites
Tampilkan postingan dengan label curhad de el el. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhad de el el. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Desember 2013

...Menguping

http://m.eet.com/media/1161222/hearing_difficulties.jpg

"Hidup kutipan hidup kupingan... Sudahlah."

Sejak kapan? Entah. Tapi memang sejak saya punya kebiasaan dudu (bukan nongkrong) di warung kopi, tiba-tiba kebiasaan '...menguping' saya muncul. Jelas ini bukan disengaja. Saya duduk sendirian sembari menghirup aroma kopi dan orang di depan atau di samping saya ngobrol ngalur ngidul, bagaimana saya bisa menutup telinga saya? Eh, jujur saya sudah mencoba untuk tidak '...menguping' dengan mendengarkan lagu lewat earphone, tapi ya toh tetap saja.

Hidup kita itu '...menguping' ya? Kita lalu lalang di muka bumi ini setiap waktu dan berlintasan dengan banyak orang di setiap waktu itu juga. Kita melihat, dan kita mendengar apa yang orang lain lihat dan orang lain bicarakan. Tidak meniatkan, tapi toh akhirnya 'ter'lihat atau 'ter'dengar. Dan hidup kita berjalan tanpa privasi penuh, yang mungkin melatarbelakangi era dunia digital tanpa privasi saat ini.

Ya, saya '...menguping'. '...menguping' apa?
Wanna More.?

Minggu, 24 Maret 2013

как фия : 'Post Card' Girl

피야 언니의 습관을 알고 있는데 그녀의 블러그를 봤더니 아직도 깜짝 놀랐다.
내 이름이 있기 때문이다. 피야 언니는 역시 친구들에 대해 쓰곤 한다. 
이런 짧은 글이지만 나한테 감독을 주었다. 한번도 만나지 않은 친군데 왜 감정이 이렇게 깊은가? 피야 언니 블러그
우리 취미가 똑같은가? 우리는 다 엽서를 보내는 게 좋아하는 사람이다. 한국에 있을 때 피야 언니한테 엽서를 한 장이라도 보낼 거라고 약속했다. 한 번, 두 번, 드뎌 보내 보렸다. 그 때 느꼈던 감정은 '그냥 모르는 친구한테 엽서를 보내지 뭐'라는 감정이었다. 근데 우리는 자주 인터넷으로 자주 연락해서 친구는 친구만 생각하진 않다. 친구란 친구라는 의미를 탁월한 것이다. 지금까지 만날 수 없겠지만 엽서로 피야 언니의 사랑을 전달되었다.
피야 언니, 이 인생에는 우리 만날 수 없으면 안돼..!
한번이라도...
피야 언니 썼던 편지

Wanna More.?

Jumat, 21 Desember 2012

#NegeriOrangPart28: Ibu Marah pada Saya Tidak Ya?

멀어서 슬프고슬퍼서 흠도 티도 없는사랑이여--유안진
Karna jauh ku sedihkarna sedih, cinta pun tak berkeluh debu...

Ibu saya marah pada saya tidak ya? Anaknya yang jauh, yang sejak dua tahun lalu hanya pulang sekali dua kali setahun, mungkin tidak akan menelepon pada hari ibu. Walau setidaknya bukan karena lupa, tapi alasan tidak punya pulsa telepon internasional mungkin akan menyakiti hati Ibu saya.


Apakah Ibu berpikir, tidakkah saya rindu dengannya? Tidakkah saya ingin mengucapkan selamat padanya? Tidakkah saya sayang dengannya? Tidakkah saya tidak lupa dengannya?

Saya sendiri tidak tahu apakah tulisan ini bisa menjawab semua pertanyaan itu. Tapi jikalau saya menjadi Ibu, mungkin saya juga akan menangis. Anaknya menyerah hanya karena tidak punya pulsa telepon.
Wanna More.?

Rabu, 24 Oktober 2012

Berbicara Denganmu...

어머니
당신은 그 먼 나라를 알으십니까?
--신석정
Ibu, apakah kau tahu di mana negara jauh itu berada? 
Source: dok pribadi

Sudah lama rasanya saya tidak berbicara lepas dengan adik saya, Said. Bahkan kadang ketika berbicara pun, rasanya masih saja ada rasa canggung dan segan. Ketika kami bertemu di rumah pun, saya rasa kami jarang berbicara. Mungkin satu dua, ketika salah satu dari kami butuh 'wejangan'. Maka, ketika tadi saya bisa berbicara lepas selama satu jam dengannya, saya seperti merasakan arti sesungguhnya dari kosakata 회포를 풀다, yaitu curhat.


Kami jarang bertemu, sejak Said pergi ke Kuningan, Ciremai, untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren Husnul Khotimah. Saat dia pergi, saya kelas dua SMP. Otomatis, saya belum merasakan apa itu namanya perpisahan. Toh, dia kan bersekolah, setahun sekali dua kali akan bertemu, jadi tak perlu melankolis. Saya masih SMP memang, masih belum mengerti dunia (walau sekarang juga belum).
Wanna More.?

Sabtu, 21 Juli 2012

#NegeriOrangPart10: Ramadhan Pertama verse 2

Entah kenapa, saya merasa perlu untuk menulis bagian kedua ini. Mungkin karena saya merasa #RamadhanPertams verse 1 terlalu bernuansa melankolis dan entah kenapa ada suasana pesimisme di sana. #eh

Malam pertama Ramadhan niatnya saya lewati dengan shalat tarawih bersama di masjid Itaewon (jujur sampai saat ini saya belum pernah ke sana). Namun, karena harus menemani teman yang baru saja melahirkan, saya menginap di klinik bersalin di daerah ssangmun. Walaupun tidak bisa mendapatkan keutamaan shalat berjama'ah, saya merasa bahagia saja bisa melihat bayi yang baru saja diizinkan untuk menatap dunia.
Bayi seorang teman yang belum lagi berumur sehari

Wanna More.?

Minggu, 17 Juni 2012

#ACupofCoffe1: Islam dan Sejarah Kopi

Tulisan ini mungkin cuma sekedar selingan, di tengah persiapan ujian, perjalanan menuju dan dari Busan, dan minat yang mulai tumbuh tentang kopi. 

Ya, kopi. Awalnya saya kira kopi adalah minuman biasa saja. Cuma minuman yang bisa menahan kantuk, atau yang tersaji di tengah-tengah kesibukan membaca koran atau menunggu teman. Kalau di Korea, kopi digolongkan sebagai 기호식품, yaitu makanan/minuman di mana ada segolongan orang yang suka dan segolongan orang yang tidak suka.
Wanna More.?

Rabu, 14 Maret 2012

#NegeriOrang Part 2: Acuh, Tapi Bukan Berarti Tak Peduli

Pada awalnya memang sakit ketika kita memanggil dan meminta bantuan tapi orang itu mengibaskan tangan...
Sebelumnya memang saya sudah membayangkan hal ini akan terjadi. Tetapi apa yang sesungguhnya terjadi tetap saja di luar perkiraan. Hidup di negara orang, apalagi di kota besar sebuah negara maju, ternyata harus menghadapi tingkat individualis yang luar biasa. Jangan bayangkan orang-orang di sekitar mau dengan mudah membantu seperti di Indonesia.
Contoh kecil saja, betapa sulitnya meminta bantuan orang lain untuk menunjukkan jalan ketika kita tersesat di jalan di Seoul. Orang-orang berjalan begitu cepatnya, tanpa menengok ke kiri dan ke kanan, bahkan untuk menyempatkan menengok saja rasanya sudah menghabiskan banyak waktu. Pertama kali saya dan teman saya naik subway—sendiri,tanpa teman Korea ataupun orang yang sudah pernah naik—jelas saja kami sedikit kebingungan mencari jalur mana yang benar. Kami pun mencoba bertanya kepada orang yang ada di stasiun. Hasilnya, satu orang menjawab bukan orang Seoul dan yang lainnya tidak menengok sama sekali. Kalau di stasuin subway, bantuan masih bisa ditemui karena banyak polisi yang berjaga-jaga di stasuin.
Wanna More.?

Minggu, 11 Maret 2012

Kebudayaan Tradisional dan Sejarah

Akhirnya saya membuat kimchi (김치) juga! Setelah memendam keinginan untuk membuat kimchi begitu lama, akhirnya saya mendapat kesempatan untuk membuat kimchi. Bersama dengan sekitar 20-an mahasiswa dari berbagai belahan dunia, kami belajar cara membuat makanan khas Korea yang tersohor ini.
Pada awalnya, kami berencana untuk pergi ke Museum Kimchi. Tapi—tanpa tahu alasannya—tiba-tiba kami pergi ke Seoul Global Centre. Itu adalah tempat bagi orang-orang non-Korea yang ingin mempelajari kebudayaan Korea. Sekilas tentang Seoul Global Centre, mereka menyediakan pertolongan bagi orang asing yang mengalami kesulitan untuk beradaptasi di Korea. Bahkan, terkadang ada kursus bahasa Korea gratis yang bisa diikuti oleh semua orang asing. Caranya pun terbilang unik, yaitu mempelajari bahasa Korea lewat lirik lagu. Di sini pun kita bisa mencoba Hanbok—한복, pakaian tradisional Korea—ataupun membuat pernak-pernik khas Korea. Bahkan, ada kelas Modern Dance juga!
1. Seoul Global Centre, Pusat Perbelanjaan Myeong-dong

Wanna More.?

Jumat, 24 Februari 2012

#NegeriOrang Part 1: Lepas Landas

Bukan, salah ketika saya mengira bahwa saya tidak akan membayangkan saat-saat seperti ini. Saya sadar ini adalah mimpi saya sejak menginjak sma, dan saya tahu bahwa sejak saat itulah saya membayangkan saat-saat seperti ini.

Korea. Akhirnya lepas landas juga.
Penat, jelas. Setelah melalui begitu banyak tahapan hingga pada akhirnya saya terduduk dalam pesawat Garuda Indonesia tujuan Incheon International Airport, Seoul. Proses seleksi, paspor, tiket, visa, dan urusan tetek bengek lainnya. Hingga saya sadari bahwa ternyata bukan persoalan mudah meninggalkan kampung halaman.



Paspor, Jalan Kaliurang—Jalan Solo, erotisme melawan panas dan ganas
Mulai dari mengurus paspor—yang sesungguhnya tidak bisa dikatakan sulit—namun cukup membuat waktu saya tersita. Proses pembuatan yang seharusnya hanya memakan waktu lima hari, molor menjadi enam hari. Apa alasannya sampai saat ini saya tidak tahu. Cukup berat melalui jalan Solo menuju kantor Imigrasi, terkadang dengan angkot—yang saya harus bertanya kepada kondektur—, terkadang dengan motor yang cukup membuat telapak tangan saya terbakar. Tapi ketika akhirnya paspor sudah ada di tangan, maka tidak ada kata lain selain lega. Lega akhirnya satu tahapan selesai.

Wanna More.?

Sabtu, 31 Desember 2011

31 Desember 2011

usia merenungi masa melompat menuju tahap-tahap kehidupan yang membenda

usia merenungi waktu pergi ke tempat di mana 'masa membenda' kembali terlihat

usia merenungi periode mengurai kenangan-kenangan yang terus tersumbat gempita

usia, ada terus untuk dijalani

bukan menjalani...

Saya hanya kemudian mengingat ayah saya.

Dari satu tapak menuju ke tapak lainnya hingga kita terus berputar. Telah lelah saya menghitung dan sia-sia perhitungan itu. Kadang jiwanya merasuk begitu saja tanpa saya sadari. Saya telah terbentuk, karena dia tahu tugasnya adalah membentuk.

Dari satu pemberhentian menuju ke pemberhentian lainnya hingga kita sadar kita terus berjalan. Mungkin terlihat stagnan di sini ketika saya dan dia jauh. Tapi ternyata hati terus mengontrol, hati terus berdetak mengingatkan kata-kata yang telah tertanam. Tidak, dia tidak di sana, tapi juga di sini membersamai waktu saya.

Dari satu kata menuju kata lainnya hingga kita sadar kita adalah verbal. Tapi sayang itu bukan terletak pada kata saja. Sayang itu terkadang terlalu malu diungkapkan pada objek utama, tapi dia sumringah diajukan pada objek-objek pendamping. Merasai bukan di hadapan kita dia membanggakan, tapi di hadapan orang lain yang mungkin harus tahu. Merasai di hadapan kita saja dia mengkritisi, bukan untuk diumbar di depan orang yang mungkin tidak tahu pun tak apa.

Dari satu nasihat menuju nasihat lainnya hingga kita sadar kita tak dilepaskan sendiri. “Do’a itu selalu didengar dan dikabulkan di dunia ini. Hanya terkadang kita tak sadar Allah telah mengabulkan do’a kita.” Membuat saya percaya bahwa sayang-Nya tak pernah ditunda-tunda, hanya Dia mengarahkan dan membuat kita sadar sesuatu yang berbeda dari keinginan adalah lebih baik.

Saya hanya kemudian mengingat Ibu saya.

Dari satu lipatan menuju lipatan lainnya hingga kita sadar kita telah berkarya. Bahkan dia mengajarkan bukan lewat kata, tapi lewat hati. Lipatan-lipatan risoles yang mungkin dia buat dan dia ajarkan, terselip cinta yang kemudian melipat-lipat. Rumit tapi tetap ada. Bukan dengan kata Ibu menyayangi, tapi dengan pelukan.

Dari satu genggaman menuju genggaman lainnya hingga kita sadar kita telah bersama. Bukan ikatan nyata yang menyatukan. Bukan kebersamaan raga yang menyatukan. Tapi jarak yang menimbulkan rindu. Tapi rindu kemudian yang menostalgiakan kembali kerlingan-kerlingan indah. Rindu membesar bersama waktu walau terkadang tak terungkap ketika kedua mata beradu.

Dari satu diaman menuju diaman lainnya hingga kita sadar bukan kemarahan yang ada. Hanya teguran kecil, mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Hanya teguran kecil, mengingatkan bahwa di dunia ini ada orang lain yang harus kita dengar.

“Perempuan membutuhkan bahasa mereka sendiri. Laki-laki selalu mencari dan membangun rumah bagi mereka sendiri: gua, pondok, perempuan, kota, teori, konsep, bahasa. Demikian pula perempuan memburuhkan rumah bahasa (House of Languange); mereka membutuhkan rumah tinggal yang tidak memenjarakan mereka, sebagai ganti penjara yang tidak tampak yang menempatkan mereka sebagai tawanan; tempat tinggal yang memungkinkan mereka tumbuh kembang adalah prasyarat mereka untuk menjadi.” (Irigaray)

Dari satu masa menuju masa lainnya, ya saya memang bertambah tua.

Bahkan beberapa menit lagi yang menjadi penanda terus menghantui saya akan kepingan-kepingan masa lalu yang harus saya satukan kembali, menjadi sesuatu yang membenda dan bisa saya lihat kembali dengan baik. Bahkan beberapa menit lagi di atas tradisi-tradisi lama yang telah membelenggu dan membeku hingga resah saja yang ada.

Saya teringat semua, adik-adik saya di rumah yang mereka bukan menyayangi lewat benda. Mereka membanggai bukan saat raga ini mendampingi, tapi saat raga menjauh hingga rindu semakin membuncah. Mungkin sapaan setiap hari itu ungkapan sayang mereka, saya saja yang kadang teramat angkuh menganggap itu gangguan.

Saya teringat mereka yang belum dengan baik saya ayomi, Said, Fathi, Luk-Luk, Shofiyya, Syifa. Kadang saya saja yang tidak sadar apa yang saya lakukan mungkin yang akan mereka lakukan ke depan. Berada di garda terdepan mungkin memang menjadi tapak langkah. Baik berujung baik buruk berujung buruk. Hanya lupa, dan abai selama ini.

Saya teringat teman-teman saya, yang selama ini ada baik selalu maupun tidak selalu. Teman yang terkadang saya sendiri mengacuhkan. Miris, padahal mereka selalu ada untuk saya. Hanya satu pembelaan yang bisa saya beri, saya manusia abai. Mungkin kita sekarang masih merangkai jalan kita masing-masing, belum bisa memaknai arti waktu itu sendiri. Saya berharap nanti, nanti ketika masa bertemu waktu, kita saling membuka mata kita ditakdirkan dulu hingga sekarang untuk memaknai.

Saya teringat guru-guru saya, yang dari saya kanak hingga saya sekarang terus membersamai. Guru yang menyatukan shen-shen murid-muridnya. Yang merangkai monomer-monomer menjadi polimer, terseling pada considenta oppositorum yang kerap terjadi. Guru yang terus bersabar ketika muridnya terus berprokreasi seperti Chaos dan Gaia, atau membuat suasana seperti saat Demeter meninggalkan Olympus untuk Persephone. Guru yang begitu tulus berbagi lugos dan cheng yang mereka miliki.

Dan yang lain, yang tak bisa saya sebutkan di sini. Dari tetangga yang ikut mengasuh saya hingga pekerja yang mungkin merelakan waktunya untuk merakit netbook yang saya gunakan untuk membuat tulisan ini.

Tak ada kata lagi karena kata adalah penanda dan pertanda, yang semakin dimaknai kita tahun bahwa makna itu menuju makna yang lain.

Tak ada kata lagi karena kata hanyalah tonggak awal dan harus diwujudkan lewat perbuatan.

Semakin saya menyadari saat ini, semakin saya memaknai waktu kadang menjadi cemooh. Saya tahu saya ditunggu dan menunggu. Maka semoga tidak lagi cemooh itu ada.

하숙집에서

2011년12월31일

생일이었는데...

Wanna More.?

Senin, 12 September 2011

Sejenak Lelah Tak Bolehkah??

KECEWA,,,,lagimungkin memang ini tahapannya, bahwa suatu saat kamu akan merasa kecewa terhadap sesuatu. Tapi jujur, saya terlalu lelah akan kekecewaan itu sendiri. Kebanyakan dari kita dituntut untuk all out, untuk berkontribusi penuh. Tapi sayangnya sebagian besar dari kita lupa bahwa kita punya waktu yang terbatas.Ini mungkin puncak kelelahan saya, setelah 3 hari (baca: 3 bulan lebih) mengurus ospek fakultas yang jujur walaupun hanya menjadi tim penggembira tetap saja saya merasa lelah, saya harus 'dipaksa' mengurus kegiatan yang lain keesokan harinya. Jam 6 (versi lain 6.30) diharuskan sudah berkumpul di kampus untuk briefing. Lelah, jelas. Hari terakhir ospek seluruh panitia baru pulang jam 10 malam. Menurut saya, tidak rasionalis jika keesokan hari diharuskan berkumpul jam 6. Yang ada nantinya hanyalah ketidakefektifan, kesia-siaan. Toh, pada akhirnya semua baru datang jam 7/8.
VAIN.
TENTANG TEPAT WAKTU
Ini yang sering saya permasalahkan. Tak bisa dipungkiri-yang jujur saya kesali-kita terlalu sering meremehkan waktu. Indonesia terkenal dengan jam karetnya, saya tidak berdalih. Kenapa kita akhirnya meremehkan waktu? Mungkin karena kita sudah begitu terbiasa akan "telat pun gak papa", imej kita akan waktu adalah "yang lain juga pasti telat". Ya sudah, tidak ada lagi yang tergerak tepat waktu. Sering kita sebagai subjek dipersalahkan. Kita tidak bisa memprioritaskan-lah, tidak bisa efektifitas waktu-lah, tidak bisa mengatur waktu-lah, dsb. hanya kemudian pertanyaannya, memang waktu-yang kita tetapkan itu-sudah tepatkah?Seringkali kita sendiri yang tidak rasional terhadap waktu. Boleh dibilang kita terlalu idealis. Inginnya kumpul jam 6, padahal kemampuan rata-rata kita kumpul jam 7. Hasilnya? ya jam 7 baru pada kumpul. Sia-sia lagi kan?Kenapa kita tidak mencoba 'sedikit' rasional? Okelah, idealis itu boleh tapi jangan sampai kita lupa kita punya realitas kita sendiri-sendiri.\
SOLUSI
Jika memang semua bisa kumpul jam 7 ya jam 7 saja, tidak usah memaksakan kumpul jam 6. Kita belum kemampuan 'kumpul jam 6'. Namun jika akhirnya kita sudah terbiasa untuk menepati waktu-walau dengan resiko harus ekstra memaksimalkan waktu yang lebih sedikit. Tapi pada akhirnya kita bisa menghargai waktu itu sendiri. Baru ketika 'level' kita sudah bertambah, baru kita bisa me-lebihawal-kan jadwal kegiatan kita.
Itu baru tentang waktu, saya sadar bahwa masih banyak kekurangan-kekurangan yang saya temui dalam 'kelompok' saya. Misal ketika saya melihat 'kelompok' lain bisa melaksanakan acara tepat waktu, saya jujur hanya ingin menangis. Kenapa saya tidak bisa melakukan itu di dalam lingkungan saya? Kenapa jika saya terlibat dalam suatu acara, acara itu kebanyakan selalu molor? Kenapa? Kenapa spirit waktu itu tidak ada?Dan kemarin boleh dibilang adalah akumulasi-akumulasi 'hasil penglihatan saya atas kekurangan-kekurangan', hingga akhirnya saya memilih untuk sedikit kabur. Ya, saya akui saya benar-benar lelah, saya bahkan menangis ketika mendengar suara adik-adik saya, suara ayah saya, suara ibu saya. Rasanya saya ingin kembali ke kampung halaman, tertawa bersama mereka, bukan di sini di mana saya terus memendam kecewa. Saya merasakan beban itu terlalu berat dibebankan kepada saya, padahal ada teman-teman lain menunggu amanah itu, untuk meningkatkan kapasitas diri mereka.
Dan yang saya kecewakan lagi adalah, saya belum menemukan orang yang bisa saya percayai untuk berbagi kekecewaan ini. Saya skeptis, apakah mereka bisa menerima kekecewaan saya, atau jika bisa membantu saya. Okelah mungkin saya pada akhirnya mengungkapkan kekecewaan ini, tapi tidak dengan rasa yang sama ketika saya benar-benar merasa kecewa, ketika saya benar-benar menangis menghadapi kekecewaan ini. Pada akhirnya yang saya ungkapkan adalah kekecewaan yang sudah berlalu, sudah berubah karena waktu. Tapi untuk ini saya tidak menyalahkan siapa-siapa, karena saya mengerti ini adalah kelemahan saya yang kurang bisa berbagi 'rasa' terhadap orang lain.Namun apakah kemudian saya lelah? Mata kedua orangtua saya selalu menghentak mengingatkan bahwa lelah itu sesaat saja, untuk kemudian bangkit lagi. Mereka telah lebih lama daripada saya, maka atas dasar apa saya mengindikasikan bahwa saya sudah lelah. Saya memang lelah, tapi bukan 'sudah' lelah. Saya terus mencoba untuk mengakumulasikan kekuatan saya lagi di jalan ini, tapi-kebanyakan-ketika kekuatan saya sudah ada, orang-orang di sekitar saya mengacuhkan saya. Ketika saya sedang merasa lelah, saya 'dipersalahkan'. Jadi apa yang salah dengan saya? Apa saya begitu labil menghadapi lika-liku jalan ini? Apa saya sudah mencapai titik 'bosan' untuk terus berada di sini-menilik stagnansi yang terus ada-? Kenapa dengan saya? Kenapa saya begini?Dan, yang hanya bisa saya ketahui sekarang bahwa saya harus terus belajar, bahwa saya harus terus 'legowo', bahwa saya harus terus memahami apa yang saya lakukan.
Yang saya tahu bahwa kelak saya akan memahami filosofi dari apa yang saya lakukan sekarang. Karena saya tahu bahwa sudah ada begitu banyak orang yang bertahan, maka saya pun harus bisa bertahan dan melakukan perbaikan.

2011년09월12일
오후 5:11
상아지고 싶으면
'소피의 새상'을 다시 읽고 싶으면
눈을 감고 싶으면...
북극성으로 가고 싶으면..
당신은 꼭 그곳에 있어야 한다...
@Musholla Al-Adab"
Wanna More.?

Kamis, 26 Agustus 2010

Taraddaddam

taraddaddam...MyEm0.Com
aku nyerah lagi...akhirnya gaq jadi ikut lomba dhe...
nyerah gampang banget ma keadaan
--sibuk mpe sore, gaq dha kompi, de el el--
silahkan menghakimi saia...
tapi saia gaq nyerah kok...
kirim aja dulu lah ke media media,
--mengklaim spesialis thu--MyEm0.Com

apa ya,,
kelamaan gak nulis kok jadi blank gini..
gak tau ah..
lupa gimana bikin kalimat yang baik, gimana ngatur alur yang baik..

eehh...
kapan kapan lagi..
ndaq enak aku...
kelamaan,...MyEm0.Com

daahh..
--gaq penting banget--
sekali lagi nulis yang gaq penting..MyEm0.Com
Wanna More.?

Sabtu, 14 Agustus 2010

d'fisrt days in Jogja

waahh..(cerita di balik layar, tadi udah keposting sampe lupa e kasih judul)
aku tu bingun sampean mau nulis apa..
setelah mengalami hard days di jogja (walah2)..MyEm0.Com

tapi beneran deh..
aku tu nyasar berapa kali coba di sini..
1. pas hari 'lupa' , ada kumpul briefing PPSMB di FIB.. berangkat di anter..
pulang nyasar.hha.. aku lupa belok manaa...?MyEm0.Com
akhirnya telpon2,,naek bis kota dhe...
weladalah,,,mestinya cuma nyebrang sitik, muter kalo naek tu bis..
hish, yo ndak papa lah.
eh abis itu, pas turun di gang kantor bule,, di 'Panin Bank', aku juga bingung, ini belok mana?
aku tanya ama mas mas yang lagi benerin tiang listrik (oon radaan, masnya juga kali bukan orang deresan), 'mas,masjid nurul ashri di mana ya..?'
'wah,gak tau dek, bukan orang sini juga.'
'o.O gitu, '
'di jalan apa dek?'
'deresan 3 mas.'
'o.O, lewat situ,,ini gang deresan'
'o.O, makasih ya mas'
akhirnya nyampe sie,,akkakka...
gelo...
2. pas mu ke warnet. aku tanya sama mbak putri, 'mb warnet deket sini mana ya?'
'o.O, tar di perempatan, belok kiri, deket tempat q sering beli makan itu lo ma. ntar warnet nya di kanan jalan.'
'o.O, iy iy.'
nyatanya, udah iya iya, kesasar juga. aduh, kok jalannya kayak gitu? akhirnya aku balik ke gang kantor bule, ada warnet deket situ. cepet sie, tapi bau rokok.. huaa..

ntah lah, aku kerjaannya nyasar e. jadi inget dulu aja di metro, cari bakso sahabat ampe muter2 berapa kali. lupa perempatan yang mana. paraah..

dan dan dan...
porsi makanan Jogja banyak sekaleee...MyEm0.Com
oh noOoo..
4rb bisa pake telur dadar dengan nasi yang sangat banyak..
sampae heran, porsi makan anak2 kos itu sebanyak apa coba.
sampe gak kuat aku. padahal di metro makan jor joran..
tapi ya mesti disyukuri lah. di jogja 4rb aja udah bisa makan kenyang.
di metro, alamaak...

dan puasa ini...
tralalala..
aku ngantuk...!MyEm0.Com
masa, subuhan di masjid, abis itu tilawah...
sambil naik turun naik turun (kepalanya),
gaq tahan, ke belakang.
tapi pas dengerin tafsir Al-Mulk, masih juga usep usep muka..
konyol ah..(ngambil kata2 filem apa itu)
kkakka..
udah dulu ah..

makasih banyak, uda mau baca postingan gaq jelas nhi..
hhe...MyEm0.Com
Wanna More.?

Rabu, 14 April 2010

kemana oh kemana...

sebenernya ini lagi bingung mu nulis apa..MyEm0.Com
ya abis apa geh..
eh, tau gak sie..
(yang gak tau ya udah,,hhe)
masa abis uan ma utul...
otakku keperes, males belajar..
dan yang paling nyebelin...
kenapa sih susah banget buat nulis lagi..?
ya ampunn..
tobat,,tobat...

mana panas banget lagi siang ini...MyEm0.Com
gaq kuat mu jalan pulang...
udha netes2 keringetnya..
ampun dije...
tobat,,astaghfirullah...

mana bingung juga...
ugm,,,ato,,,jerman..?MyEm0.Com
gini2...
kalo ugm...
--jelasnya gaq ke jerman lah..
--ortu udah restu,,
--bisa memulai proyek rahasia,,proyek "T",,hha..
--batu loncatan buat ke korea..
--sapa tau ketemu native speaker, ada mahasiswa korea exchange ke ugm..hha..bisa cuaph cuaph
--jelasnya melupakan ipa...

kalo jerman...
--bonyok belum setuju betul, entah sie kalo udha ikut seminar nya ntar... tapi masi ada beberapa yang meragukan, benar atau tidak, pas ngecek, "under construction", ffu...
--sebenernya proyek T masih bisa jalan
--lupakan korea sejenak, lupakan...
--ntha bisa jaga diri ato tidak, bisa2...
--bisa jadi ilmuwan nhi..hhe, mendingan ngambil jurusan ipa kalo ke jerman...

itu lah, yang membingungkan..
tanggal 17 ntar pengumuman ugm, kamcchakk2 juga...
asem...
trus tanggal 20 farewell,,hiks, belum cari miss K...
trus pengumuman uan..
terus melaju entah kemana,,
semoga selalu di jalan yang lurus...
amiin....MyEm0.Com

PS:akhirnya bisa nulis juga...


Wanna More.?

Rabu, 30 Desember 2009

oOH, U'rE BEaUtiful..!

ahaa,,,MyEm0.Comseneng banged abis nonton you're beautiful..
sumpah dhe,,nhi dia scen2 yang paling q suka...
--gaq dari scene satu tapi, gaq terlalu,,hhe--


1. Adegan TOWEL MAN..!
Ampun, ! Ni adegan q suka banged.. MyEm0.ComPas si shin woo nya ngasi anduk ke kepala Go Minam, trus ngomong..
"Di sini rame, kalo udah selesai, keluar. aku nggak bisa mandi kalo ada kamu."
Huwaa...! towel man banged dhe... q suka banged...

dan dy disini udha tau kalo si minam thu cewek...MyEm0.Com
Shin Woo, amu memang... aku suka..suka banged senyum nha,..
aish, kinda perfect...

2. Adegan Tae Kyung Ngejer Minam di atas Truk (entah nhi kalimat bener pha gaq)
Pas si Minamnya kebawa truk, kirain si Taekyung gaq ngejar, soal nha kae orang confused geto.
ternyata...NGEJARR..! huwaa,,
"Go Minam..! Go Minam..!" ck, keren abis.
q suka akhir nha si taekyung thu nyelamatin minam. biarpun abis itu mereka berantem lagi sih..
manis banget..! ampe si taekyung punggung nha luka, si minam kaki nha keseleo gitu..MyEm0.Com


3. Adegan Shin Woo ngobatin luka Minam sambil cerita
Oouwh Shin Woo, amu memang cowok manis banget, perhatian. hiassh,,q mau dhe jadi go minam.
hhe..
dia cerita tentang co kyung sang yang suka ama ce seoul. tapi seb
enernya dia cerita ttg diri dia sendiri.
wow, cute..MyEm0.Com
trus bagian ini yg plg aku suka..

"Gurom, oppara bulleo?" Haishh,,kalo q yg jadi go minam, q pasti jawab, "Ne oppa..!"
jung yong hwa...perfect..!

4. Adegan Jeremy yang tukang ngintip
Nhi orang entah ngapa kok kebagian scene ngintip mulu. heran dhe,
trus imajinasi dy thu, ck, tinggi banget..!MyEm0.Com
ngalahin gw thu, hha... bayangin yang nggak2..hhe..
natural banget akting Honggi di sini. emang beneran dy kali ye.. hhe

5. Adegan Pencarian Cincin Minam
Huaa...adegan yang bikin q TERHARU banget!!
bayangin , dari siang ampe pagi lagi, si Minam trus nyari thu cincin, padahal cincin nha ama si tae kyung, gaq beneran di lempar!
taekyung jahatt,,,tapi sebenernya perhatian, dari sore ampe pagi dic
ek mulu si minam.
sampe akhirnya dy ngaku kalo Minam itu serius. dan yang q suka age, si Minam thu ekspresinya gaq marah sama taekyung.
malah ngomong, "Aku menemukannya, biarpun kau simpan dalam pikiranmu,"
Huaa...MyEm0.Com
yaah, biarpun abis thu kae nha si Minam ngajakin berantem age sie..

(kenapa saia ngomong kae nha..?)
Jyaah...! Video nha abis...
yang laen blun kedonlod..!
mu pinjem dvd tapi makko dvd player..
ck, perjuangan amat sie nonton You're Beautiful nhi,,
tapi gaq apa...
gaq nyesel...!

huahh,,, see ya You're Beautiful...
joaheyo.,,jongmal

2009-12-29

Wanna More.?

Minggu, 27 Desember 2009

Papua beAutiful bAnget...! (Sepenggal tentang Denias)

nhi, pengalaman abis nonton Denias nhi..
(telat banget ya gua, baru sekarang coba nonton, thu pilem taon berapa padahal,,ck..)

memang layak banget kok kalo pilem nhi dapet penghargaan...(a.k.a lupa)

settingnya keren banget...!
papua memang indah banget..
subhanallah deh...luv shy.. Pictures, Images and Photos
gak bakalan nyesel ngeliat...
coba aja deh liat awannya, keren banget, kayak awan pas q ke magetan ama blitar...
awannya memang bagus banget...udah gitu, sabana sama stepanya kerenn...!
suasana papuanya kerasa banget..
danaunya...
jaya wijayanya...
sumpah deh...
jadi "Most Wanted Place" yang mesti q kunjungin nhi...

trus juga, Denias thu ceritanya nyentuh banget..
sumpah deh, kalo nggak nonton bareng keluarga thu, udah nangis q...
hiks...
perjuangan buat ngedapetin pendidikan seorang Denias..
ama perpisahan sama Maleonya itu,,yang bikin aku mau nangis,,
juga pas dia ngejer "barang berharga dia(seragam,buku,bola)" di sungai..
hiks...

Indonesia mungkin nggak bisa ya bikin film2 action kayak film Barat itu...
yang perlu teknologi tinggi gitu2...
tapi mendingan film2nya yang mengandung unsur pendidikan aja deh...
daripada tema cinta ama horror yang sering gak jelas itu...
malah lebih menyentuh kalo pemaennya anak-anak...
contoh thu, Laskar Pelangi and sequel, Denias, Garuda di Dadaku...
soalnya,,,
yang namanya anak2 thu,--ato meningkat remaja lah--punya rasa humor yang alami...
jadi keinget kata2 tetsuko kuroyanagi tentang anak2 itu punya rasa humor yang alami...
gaq usah dicampur2 sama unsur seks atau yang aneh2...
itu udah bkin lucu...
mereka juga bikin terharunya beda...
hissh...

semangat aja deh buat film Indonesia...!
kalo memang bagus, pasti dapet apresiasi kok...
oke,,?

2009-12-26


Wanna More.?

"The Most Wanted Places hav to be visited in my Lifetime..!"

huah,,,
banyak amat sih postingannya...?
gaq apa deh,,lagi suka nulis kok..

Jreng Jreng Jreng..!
Ini dia...
"My Most Wanted Place in The World"
1. so pasti Mekkah dun, ngajak emes ebes tar, Insya Allah, pasti!
Masa sih gak mau ke sana? di mana emang rasa rindu gw selama ini? ck, udah pasti, sambil ngajar ummi abi, pengen nyium hajar aswad, pengen mengenang Rasulullah di sana, pengen ngerasain besarnya Allah. banyak pokoknya...2. Korea,,,! kalian pasti udah pada tau (ish, pede amat)
Yang ini mah nggak usah ditanya lagi, sering banget deh ngayal ke sana (ditambah bumbu2 romantika, halah). pengen belajar di sana, pengen belajar budayanya, pengen ke Lotte World, pengen ke istana Kyunghee, banyak lagi. Serasa negeri ke-2 memang Korea thu...
3. United Kingdom,,,! Eropa Klasik favorit q...hHa...
Baker Street, Stamford Bridge, Istana Westminster, apa aja deh yang penting di Inggris, pengen ngerasain hidup jaman dulu di Inggris, pasti keren banget. sama pengen ngerasain dialek Inggris asli Inggris...
4. Papua...! Suka banget sama awannya..
Alam Indonesia yang masih alami banget, pantainya, ... Jaya wijayanya...saljunya (di mana sih kita bisa ngeliat salju di Indonesia kalo bukan di Jaya Wijaya??). pengen interaksi gitu sama orang2 sana...

hIks...
yakin bhu...?
yakin dunk,,nanti pasti bisa ke sana...
pokoknya , ngukir mimpi dulu deh..
terus berusaha...
pasti Bisa...!
Bisa...!

2009-12-26


Wanna More.?

Wara Wiri ke KorEa (Lagi...)..!

hUaaa...!onion Pictures, Images and Photos
Wara Wiri ke koRea age..
bush...
di winter kali nhi...
senang nya..
(ish, apa sih Asma nhi, yang pegi ke sana sapa uga, yang seneng sapa. ish..)
hhHe..
kOmeng..!
Adul..!
ngiri deh ama kamorang, udah ke Korea berapa kali coba..?
dua kali kalo gaq salah..!
nah gua..?
sekali aja belum, hIkz...onion Pictures, Images and Photos
eh,,mau dah gua, gantiin komeng pa gaq adul,
pa gaq jadi pembawa acara wara wiri tambahan juga gaq papa..
hha..
sapa tau gua bisa jadi translator nha thu..
kan gw bisa dikit2 hankuko..
hhe..
ngayal ah...
tapi pengen banget..!
buset...
enak banget dah jadi pembawa acara wara wiri..
ke korea 2 kali...!
hua...!
hua..!
(udah ah euforianya, gaq malu apa sama Mang Udin?? ck...)

nah, gini nih laporan perjalanannya...
pertama-tama mereka nyampe di stasiun Young San kalo gaq salah..
trus ke Lotte World coba..!
Lotte World..!
Lotte World..!
hAh, mampus gua..
Lotte World..!
wah,,,
di situ , katanya Lotte World thu taman bermain indoor terbesar di dunia..!
huah,,,bangga gua (ish, sapa coba)
gila,,arsitektur nha thu loh, gaq nahan..!
gaya eropa klasik banget thu,,,
gaya kesukaan saia...
naek balon udara...
trus masuk ke 4 dimensi makan Firaun geto..
asli enak banget..(ck...)

trus, ke Itaewon, yang 70% diisi ma orang asing..
ck,,asik thu, buat percobaan speaking bahasa asing...
trus ke mana gitu..
lupa..
yang menara tertinggi di Asia..
geju geju gitu..
ish,,lupa gara2 ngeliat Danias nhi...
keren banget dhe..
Geju Tour gitu...
sumpah...
Haish...
gua pengen..
pengenn...
pengenn...
haah...
ada yang mau ngajak tha..?Aaaaa cantiknya Pictures, Images and Photos

wara wiri team, kalo ke korea age jangan lupa ngajak eiah..?
hHa..
2009-12-26


Wanna More.?

Om pHotosHop...! tanGgung jAwab..!

ampun dijeh dah photoshop...
entah ding, nhi yang mesti disalahin sape...
entah lepi nha, entah photoshop nha, entah saia...
ck..
--mang dha ape sie? tragis amat kae nha--

jadi begini...
saia khan age demen ngedit2 poto thu...
ya diapain lah, yg penting jadi bagus...
hha,,,gaq dha niatan buat dijadiin jelek..
tar takut dimarah mang Udin (sapa sih? jadi man of the blog tar kali ye...)
jadi begini (lagi??)
saat saia sedang asik2 nya ngedit,,
lagi nambahin lighting effects..
geser sana geser sini...
ketutup thu photoshop nha,,,!
waa...gila saia...!
bukan apa-apa sih,,,tapi nyeleksinya itu loh...!
susssahhh,,,!
ampun,, mesti digeser baek2,,lebih dikit koid...
dan..
tragedi itulah yang menimpa saia teman2...
hilang semua hasil editan saia..
yang udah ditambahin blur lah, diffuse glow lah...

dan lagi-lagi..
nyeleksinya itu loh..
nyeleksinya itu loh..
nyeleksinya itu loh..
gaq rela...!
bener2 gaq rela...!

om photoshop..!
mesti tanggung jawab nhi, nyeleksiin lagi...
itu sussah tau om (iy2 ngerti, daritadi kan ngomong nha susah mulu)
hikz...
hikz...
om bikin nafsu saia ngedit poto jadi ilang..
menyebalkan,,,!
ish,,,
hua.,,,,

Wanna More.?

Saya Bingung Mau Nulis Apa?

Saya ingin menulis.
Tapi saya bingung, apatah lagi yang bisa saya tulis?
Di sini, di laptop ini.
Bahkan di kertas kemarin—eh tadi—saja saya tidak sanggup.
Lalu saya harus apa ini?
Raga jiwa saya memerintahkan saya untuk menulis, apapun itu.
Apapun itu?
Ah tidak, saya—entah mengapa—tak ingin menulis apapun itu.
Mesti dipilih, a, b, c, dan lain-lain.
Sejenak saya berpikir memang, jadi penulis itu lelah.
Tapi iya kah? Saya sendiri jadi ragu jadinya.
Bagaimana mau jadi kalau ragu membayang begini terus.
Yah, begitulah saya, mau bagaimana lagi?
Tapi manusia itu musti berubah, iya tho?
Iya saya tahu, perubahan itu TIDAK GAMPANG!

Mesti mempersiapkan A, B, C (dari tadi abjad melulu)
Mesti punya modal.
Tapi kira-kira saya punya modal apa ya?
Saya sendiri bingung, orang saya saja masih punya utang.
Sama si A, si B, si C, ya itulah.
Saya sendiri bingung.
Loh, kalau saya bingung, darimana saya ini menulis?
Ya itulah yang sungguh saya bingung.
Bingung mau diapakan tangan itu.
Kadang mesti berpikir.
Lah iya, kalau tidak berpikir memang apa? Bukan manusia?
Saya kan 100% manusia, jadi mesti berpikir, merenung—bukan melamun—apa yang terjadi di hidup ini.
Tapi kenapa saya lemah sekali.
Pantas setan itu suka sekali dengan saya,
Loh saya saja begini.
Saya mesti siapkan sesuatu ini, biar setan tidak suka dengan saya.
Tapi apa ya?
Di usbu’ ruhi hingga hari ini, saya mesti beristighfar 100x sehari.
Astaghfirullah hal ‘adzim
Astaghfirullah hal ‘adzim
Astaghfirullah hal ‘adzim
Astaghfirullah hal ‘adzim
Dan itu susah ternyata,
ngantuk lebih suka panggil saya.
Padahal saya kan tidak suka dipanggil begitu.
Tapi ya itu tadi, apatah boleh buat.
Saya jadi ingat kadang,
Betapa saya sering narsis.
Narsis? Ya, sebagai seorang yang ingin menulis, saya sering narsis dengan karya sendiri.
Gawat memang, tapi ya bagaimana?
Saya kadang heran saja, bagaimana mungkin saya bisa menulis itu.
Tapi itu yang saya tulis.
Kadang saya berpikir, waktu itu saya dapat wangsit apa sehingga bisa menulis itu?
Tapi saya nggak dapet wangsit apa-apa.
Bahkan kadang untuk bahan tulisan saya Tanya orang yang lebih tahu,
Entah itu bapaklah, ibulah, adiklah—kakak saya tidak punya—temanlah, buleklah.
Saya kadang sering bosan sendiri.
Saya nggak ada kegiatan soalnya.
Saya mau menulis, yah kadang kertas itu tidak menarik perhatian saya.
Benar-benar tidak.
Jadi saya malas menulis.
Bagaimana mungkin saya akan bergelut dengan seseorang yang tidak bisa membiarkan keinginan saya berkarya muncul?
Seseorang? Yah, sesungguhnya sesuatu, hanya kadang memang manusia, sering menganggap sesuatu itu seseorang. Seseorang dianggap sesuatu. Miris.
Ya itulah kehidupan.
Kadang merasa bahwa akan hidup selamanya di dunia.
Tapi mengingat mati, alam kubur, akhirat, tahu bahwa memang harus siapkan bekal untuk pergi nanti.
Kadang sih berpikir juga, nanti perginya saya itu kayak mana ya?
Apa diingat orang, atau malah diacuhkan?
Apa tragis, atau mengharukan?
Apa tersenyum, diam, atau menangis?
Semua itu pertanyaan yang pasti tak akan bisa saya jawab sekarang.
Ketika membayangkan semua itu.
Hhh...
Memang hidup ini.
Apa mesti hidup sebagai hewan, tak terlalu terbebani?
Ah, picik sekali saya, tidak bersyukur, sudah diberi kesempatan menempati makhluk paling sempurna, kok lari.
Ya, memang tak bisa lari. Kita kudu jalani apa yang mesti kita jalani.
Beribadah, berbuat baik, berbuat sesuatu untuk dikenang.
Kudu membersihkan diri setiap saat, biar nanti baik dihadapan-Nya.
Tapi kok kadang saya ini merasa bagaimana gitu ya?
Mengingat kenakalan-kenakalan saya.
Ah, saya dulu sampai sekarang suka sekali buat hal-hal yang sia-sia.
Kadang kok saya terbuka sekali.
Sampai saya bingung.
Tapi untung saya masih diberi kesempatan, setidaknya sampai sekarang, saya masih hidup dan masih disuruh hidup.
Masih disuruh berbuat ini itu, ya kalau saya sudah tak disuruh, alangkah malangnya hidup saya.
Mungkin saya sudah mati, entah bisa disebut mati suri atau mati beneran.
Tapi saya masih hidup.
Masih.
Ya.
Saya senang tapi juga deg-degan.
Ah, hidup ini apa sih yang tidak deg-degan?
Setiap orang setiap detik jantungnya berdetak.
Tapi kadang kalau berdetaknya itu loh, melebihi kadar.
Kadang bingung.
Sudah diwas-wasi setan.
Berpikir kalo bakal dapet baiklah, buruklah.
Padahal juga mungkin tak ada apa-apa.
Istighfar.
Istighfar.
Memang hidup ini kudu banyak berdzikir.
Apalagi kalo melihat sekeliling kita.
Kadang kita bergidik, tersenyum, tertawa, menangis.
Apa ya, karena hidup ini itu ekspresi.
Ekspresi lahir karena hidup terus berjalan, lalu manusia memberi nama.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, (2:31)

Jadi berpikir bahwa kita ini begitu hebat tercipta.
Apalagi sesuatu yang bernama hati dan otak.
Terlalu musykil rasanya untuk menciptakan hati seperti hati kita.
Hati yang begitu mudah tersentuh ketika melihat sesuatu yang mengharukan.
Hati yang mengontrol kantung air mata kita untuk menangis.
Hah, tapi kadang manusia suka mengotori hati, tapi lupa membersihkannya.
Otak lagi, apa sih yang bisa menandingi kehebatan otak.
Mata kita nggak ada blur-blurnya kalo mau melihat, nggak seperti kamera, masih ada blurnya kadang.
Langsung kita bisa mengerti, padahal prosesnya rumit banget.

Nggak akan mampu kita selesaikan semua nama yang ada di dunia seumur kita.
Terlalu banyak, setiap hari tambah terus.
Ya, seharusnya seiring dengan keimanan kita,

Ya,
Apalah ini yang saya tulis,
Saya mah tulis-tulis saja.
Ngalor ngidul, nggak jelas juga tujuannya kemana
Saya harap sieh, meskipun tujuannya banyak, senggak-enggaknya ada tujuan.
Kasian amat saya kalau tulisan ini bener2 nggak ada tujuan, seakan hidup saya juga nggak punya tujuan,
Nggak, nggak , saya nggak mau.
Saya jalan terus sajalah.
Mau gimana
Ya begitu.
Memang harus berjalan.
Bukan semata takdir.
Ketika hati otak mengomando berjalan.
Kenapa enggak?
Kita kan manusia, iya kan?

2009-12-26


Wanna More.?