rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Jumat, 18 Mei 2012

#NegeriOrangPart5: Puisi di Subway? Romantisme Antara "Pertemuan" dengan "Kesibukan"

Jalanlah melewati stasiun-stasiun subway di Korea, terutama di Seoul, maka Anda akan melihat puisi-puisi ‘bertebaran’ di depan mata.


Saya merasakan begitu mudahnya menikmati puisi di sini, di Korea. Tanpa perlu susah-susah membuka buku, ketika menunggu kereta tiba pun, saya bisa menikmati puisi yang tertulis di pintu subway. Meskipun saya tidak sepenuhnya mengerti, tapi bagi saya membacanya saja sudah merupakan suatu kenikmatan tersendiri.

Saya berpikir, kenapa? Kenapa pemerintah mau repot-repot menuliskan puisi di stasiun bawah tanah? Tempat di mana orang-orang jarang yang memperhatikan, karena sempitnya waktu mereka dan kesibukan mereka dengan gadget lain?
Wanna More.?

#NegeriOrangPart4: 우리 (Uri, Kita), Salah Satu Faktor Keberhasilan Orang Korea

Kadang saya bertanya, kenapa Korea (Selatan) bisa berhasil seperti sekarang ini, dalam konteks industri dan perekonomian? Banyak cerita yang sudah saya dengar, seperti bahwa orang Korea giat, ‘cepat-cepat’, dll. Tapi tetap saja ketika saya di sini, saya bertanya kembali, kenapa mereka bisa berhasil? Kadang saya melihat, mereka tak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Malah mungkin, seorang pelajar kelihatan lebih sering bermain daripada belajar.

Namun, ada satu yang akhirnya saya sadari dari prinsip keberhasilan orang Korea, yaitu prinsip 우리 (uri= kita). Orang Korea sering sekali menggunakan kata ‘kita/kami’ daripada ‘saya’. Bahkan ketika makan bersama pun, prinsip ini dipakai.
Wanna More.?