rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Selasa, 09 Oktober 2012

#Garda10 Percikan Satu: Alasan Saya Menulis Tentang Kalian

Sebenarnya alasan terbesar saya menulis ini adalah karena saya merasa harus menulis di blog, apapun itu. Tak bisa saya pungkiri bahwa mungkin saya sedang stuck menghadapi kenyataan frekuensi menulis saya yang di situ-situ saja. Menulis sebenarnya simpel, yang diperlukan hanyalah ide, dengan menganggap variabel lain stabil.


Dan saat ini hanya kenangan tentang #Garda10 yang mengiang di kepala saya. Bukan apa-apa, selepas membaca postingan blog kak Fiya, saya terpikir akankah saya menulis tentang mereka juga?

Entah berapa kali saya harus berpikir bahwa saya terkesan dan terharu
#Garda10's present

Sejujurnya saya kurang sreg dengan nama #Garda10 --siap-siap ditimpuk anak Garda--, kurang unik saja :D. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, well-lah. Tak seperti kata Shakespare yang berkata apalah artinya sebuah nama, ternyata yang terpenting dari #Garda10 adalah arti dibaliknya. Terkait unik anehnya, ternyata itu nomor keberapa :).

Mengutip note Fachry Aidulsyah -sumpah saya lupa-, #Garda10 berarti Gerakan Dakwah 2010 atau Gerakan Pemuda 2010 -jangan ngomong kalo Fachry juga galau. 10 juga berarti jumlah kami yang 10 orang. Kami bertemu dengan sengaja, tidak ada yang tidak disengaja kan di dunia ini? Lebih tepatnya, kami dipertemukan oleh Fachry. Awalnya kami hanya ingin membentuk semacam kelompok diskusi, namun lepas dari embel-embel dan institusi apapun. Hanya berkumpul, mengobrol, berdiskusi, dan aksi.

Fachry, Dzikri, Hasan, Aries, Anggit, Irfan, Inong, Hanna (yang selalu saya lupa ID twitternya), Iim, dan saya adalah nama anggota #Garda10 yang tercatat hingga saat ini. Ke depan akan bertambahkah? Kami tidak tahu, selama itu membawa kebaikan -berat- kenapa tidak?

Di antara kesembilan orang tersebut, kebanyakan sudah saya kenal lewat berbagai macam jalur. Jujur, ketika saya membuat tulisan ini, saya harus mengorek kembali ingatan-ingatan saya. Di manakah pertama kali kami bertemu? Takdir apa yang mempertemukan kami? #Sampai utak-atik database kaderisasi KAMMI Komsat UGM #ups

Fachry, Dzikri, Hasan, Hanna, Iim, dan saya sama-sama menjadi peserta PPB5 yang diadakan oleh BEM KM UGM tahun 2011. Alumni PPB5 "Satria Tidar" termasuk sering kumpul bareng, sehingga kami mulai mengenal satu sama lain.

Padahal sebenarnya, keempat orang itu sama-sama saya kenal gara-gara KAMMI. Saya dan Hanna sama-sama menjadi peserta DM 1 M. Natsir, DM pertama buat angkatan 2010. Sebelumnya kami sama-sama dipertemukan di forum tarbiyah sih, dan lama kelamaan pelatihan-pelatihan yang kami ikuti sama terus :D. Saya kira hanya saya dan Hanna yang merupakan peserta DM 1 M. Natsir di #Garda10. Ternyata ada Hasan! Yap, gara-gara saya mengutak-atik data kaderisasi KAMMI Komsat UGM, saya baru tahu kalau Hasan menjadi peserta DM 1 M. Natsir. #maaf ya Hasan :D. 

Saya sebenarnya pertama kali mengenal Fachry saat dia menjadi peserta DM 1 Agus Salim, namun gara-gara PPB, saya jadi lebih mengenal sosok Fachry. Sedangkan Iim, saya pertama kali bertemu saat Iim menghadiri Pra-DM1 HOS Cokroaminoto. Eh, kalau begitu, berarti pertama kali ketemu Inong juga di Pra-DM1 yang diadakan di Selasar Audit Fakultas Pertanian dong? @.@

#ribetnya mengutak-atik memori.

Inong-yang sebelumnya pernah bertemu- dan Anggit saya kenal gara-gara mereka menjadi peserta DM 1 HOS Cokroaminoto, DM yang untuk menuju lokasinya saja mesti jalan sekitar satu jam setelah sebelumnya naik bis selama satu jam lebih, yang buat mandi saja susah, buat tidur susah. Mereka peserta, saya mencicipi pengalaman pertama jadi panitia DM. Inong dan saya lebih banyak beraktivitas di ranah keilmuan dan KAMMI, sementara dengan Anggit saya lebih banyak tahu dirinya di KAMMI.

Dan ternyata-lagi-lagi setelah saya mengubek-ubek database KAMMI-nama Aries Setiawan saya temukan  di daftar peserta DM 1 HOS Cokroaminoto! Saat menjadi panitia, saya memang tidak terlalu memperhatikan peserta ikwah -ya iyalah!- makanya kalau mereka tidak jadi panitia di DM selanjutnya, saya akan sulit untuk tahu.

Yang terakhir, Irfan adalah nama yang sering didengung-dengungkan oleh Fachry sebelum semua anggota #Garda10 berkumpul -semoga anaknya gak GR :-p. Irfan yang aktif di kastrat Jama'ah Shalahuddin, yang jadi calon kuat buat kastrat JS bahkan jadi ketua JS itu sendiri. Usut punya usut, Fachry, Irfan, Aries, dan Anggit satu asrama di LPI. Honestly, saya tidak mengenal sosok fisik Aries dan Irfan sebelum kami semua berkumpul di Garda10.

Singkatnya, kebanyakan kami dikumpulkan dan bertemu di KAMMI, walaupun tidak semua dari kami memutuskan untuk aktif penuh di KAMMI. Saya dengar Iim sudah ikut DM 1, selepas saya pergi sejenak dari UGM. Kalau Irfan sepertinya belum, atau sudah ya? Kalau belum juga gak papa kok Fan, di #Garda10 tidak ada diskriminasi terkait pelatihan atau daurah yang sudah diikuti, :D.

Kadang saya berpikir, perlukah saya menulis tentang #Garda10? Dari dulu, saya tidak pernah menyetujui konsep 'geng' ataupun 'kelompok' walaupun kecenderungan manusia untuk selalu mengelompok tidak bisa dielakkan. Masalahnya, pengalaman saya saat SMP dan SMA melihat teman-teman saya yang membentuk geng dan menamainya, entah kenapa perasaan saya tidak enak. Mereka seperti kelompok ekslusif yang hanya mau berteman dengan anggota geng mereka saja.

Jadi, awalnya saya berpikir perlukah kelompok kecil ini diberi nama? Kenapa perlu diberi nama? Apa nantinya tidak menjadi sesuatu yang ekslusif? Tapi memang demi kebaikan-berat-terkadang itu perlu. Bukan untuk menjadi sesuatu hal yang dibanggakan dan dieksklusifkan, tapi menjadi sesuatu hal yang paten dan stabil untuk tujuan tertentu. Kenapa tujuan? Ya, tentu saja karena kami membentuk #Garda10 bukan tanpa tujuan. Dibilang konsolidasi mungkin terlalu berat, tapi kami punya harapan dengan adanya #Garda10 maka kami selalu punya semangat untuk mengisi aktivitas kami di ranah masing-masing. Dari sini juga, kami punya harapan besar untuk memajukan Gadjah Mada, Indonesia, dan tentu saja Islam.

Alasan lain kenapa saya ragu untuk menulis ini adalah kenyataan bahwa saya juga punya teman-teman lain yang dekat maupun kurang dekat. Apalagi, boleh dikatakan bahwa teman-teman kami tidak jauh berbeda. Rasanya membangun kelompok di dalam kelompok adalah hal yang sangat sulit. Dengan menulis ini juga, saya merasa jangan-jangan nanti saya mencederai teman-teman yang tidak tertulis di sini, seakan-akan saya tidak menghargai mereka.

-dengan mengucap Bismillah-tapi tidak begitu kan?

Saya menulis karena saya ingin mengenang. Saya ingin menulis agar harapan-harapan yang kami semai tidak mati. Jujur saya iri dengan mereka yang menikmati dan merasai euforia PPSMB UGM, DM 1 Jendral Soedirman yang pesertanya mencapai 90-an (peserta DM terbanyak sepanjang saya memasuki UGM), juga peristiwa KPK vs POLRI di mana UGM menjadi garda terdepan yang mendukung KPK.

Sudah hampir delapan bulan saya menginjak bumi ginseng, dan boleh saya akui feeling saya terhadap kampung halaman maupun UGM sudah tidak sekuat dulu. Saya bisa membaca berita, bisa membaca status teman-teman, tapi karena fisik saya tidak terlibat, ternyata susah. Bahkan saya tidak bisa lagi menulis tentang fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini. 

Maka dari itu saya menulis ini. Saya memang belum berbuat banyak di Jogja, tapi setidaknya saya ingin merekam apa saja yang sudah saya lakukan. Sekali lagi, bukan untuk dibanggakan, tapi menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai.

Terlebih di Garda10, yang baru sebentar terbentuk namun saya tinggal pergi begitu saja.

#menggantung

2012년10월09일
Serasa tidak menyadari bahwa saya sudah di sini




2 komentar:

sitilutfiyahazizah mengatakan...

woh... ini toh blogmu.. aku baru tau :P

aku juga sebenarnya gak suka nge-genk pas jaman dulu. kesannya itu emang bener2 eksklusif banget. yah, sampe akhirnya dipertemukan dengan beberapa orang yang punya visi sama dan terkumpul begitu saja, lalu bentuk genk.

yang jelas adanya genk itu bukan berarti eksklusif karena emang toh semuanya juga ikut berbaur dengan yg lain. itu cuma buat have fun, temen diskusi, temen ngegeje #eh, dan temen bully-membully #eh lagi :p

Asma Azizah mengatakan...

Hoala, br tau po? Pdhal q langganan blog ka fiya...kkk
#Nevermind
Ya begitulah, dan ternyata ga ad mslah kok, yang penting sama2 geje dan menularkan kegejean..hehe
makasi lo kak fiya, q jd pny inspirasi gr2 ngeliat blogny ka fiya..hehe