Jumat, 04 Desember 2015
Teruntuk Kedua Lelakiku
Selasa, 19 Agustus 2014
Anggota Dewan yang Kusebut Ayah
Minggu, 20 Juli 2014
Tentang Matari...
![]() |
| Matari terbit di belakang pondokan KKN-PPM UGM KTM-03, Samboja, Kalimantan Timur |
Kamis, 03 Juli 2014
Rendang, Mastin, dan Kacamata Pragmatik
| http://rendangdenlapeh.com/wp-content/uploads/2013/12/Jual-Rendang-Online-Dalam-Kemasan-Dengan-Harga-Murah-Rasa-Enak.jpg |
Ummi : Nduk, itu tolong makanan yang ada di kotak makan itu dibuang aja, udah ga enak soalnya.
*Ummi saya membawa makanan yang ditaruh di kotak makanan, dan sudah basi di tengah perjalanan
Saya: Iya Mi, nanti ya.
Selasa, 03 Desember 2013
...Menguping
| http://m.eet.com/media/1161222/hearing_difficulties.jpg |
"Hidup kutipan hidup kupingan... Sudahlah."
Jumat, 04 Oktober 2013
Agar Inovasi Tak Berhenti Pada Ide
![]() |
| http://www.peterlim-mba.com/files/motivation/23-kreatif-inovatif.gif |
Senin, 23 September 2013
Ketika Jam Setengah Enam Sore di Tempatmu Berarti Terlambat di Kalenderku
masih jam setengah enam sore di tempatmu
Kamis, 01 Agustus 2013
Yang Berjalan dan Berbicara Terlebih Dahulu
Minggu, 21 Juli 2013
Profesionalisme Secepat Kilat
Tidak ada masa singkat yang bisa ditempuh oleh seseorang untuk menjadi seorang Profesional.
Sabtu, 20 Juli 2013
#NegeriSaya How Are You, Indonesian Maritim?
![]() |
| One display at ARTJOG 13 which took 'Maritim' theme |
Selasa, 18 Juni 2013
Poisoned by...
"Kadang kita berpikir kita tak bisa di sana dan di sini, dan pikiran itu merayap merasuki diri kita hingga kita lupa kita bisa berubah."
Selasa, 04 Juni 2013
Ketika Separuh-Mitos pun ber-Trustworthy...
Minggu, 24 Maret 2013
как фия : 'Post Card' Girl
![]() |
| 피야 언니 썼던 편지 |
Wanna More.?
Jumat, 25 Januari 2013
Memang Bukan Hanya di Surau...
Tak peduli apa status sosial dan di mana kau berada, Al-Qur'an akan selalu membuka dirinya untuk kau baca.
| Source: google.com |
Selasa, 15 Januari 2013
#NegeriOrangPart32: 'Keindahan' Itu Bukan Karena Musim yang Salah
Keindahan itu terlalu berharga sehingga tak bisa dilihat sepanjang tahun
![]() |
| Saat sawah yang tertutup salju pun indah (dok pribadi) |
Rabu, 02 Januari 2013
#NegeriOrangPart31: Terdampar
Kita hidup memang sebagai musafir, yang mendamparkan diri dari tempat ke tempat.
Tak heran sesungguhnya ketika saya terdampar (baca: tersesat). Saya bukanlah orang yang pandai menghafal jalan sekali lewat, butuh berkali-kali. Tapi terkadang itu tak masalah ketika saya terdampar di pusat kota dengan hiruk pikuk orang-orang dan perangkat kota.
Tapi baru kali ini saya terdampar di tempat yang sepi, di mana tak ada orang untuk tempat bertanya, setelah supir taksi itu menanyakan saya apakah benar tempatnya di sini.
Sekeliling saya salju, sebuah tempat yang dikelilingi pagar tinggi, dan beberapa rumah sepi. Walau suara klakson mobil terus berbunyi kendati ada sebuah jembatan layang tinggi di atas tempat tersebut.
Oke, ini saya di mana? Saya yang terbiasa dengan keramaian Seoul harus menyerah dengan keheningan salah satu sudut kota Daejeon. Saya telepon teman saya, saya katakan bahwa saya tersesat, tapi dia menyarankan untuk menunggu taksi lain lewat. Di tempat yang entah kenapa seperti ujung dunia itu--oke, jangan ingatkan saya akan cerita Mr. Quin, Agatha Christie--saya saja pesimis akan menemukan seseorang.
Tapi inilah enaknya hidup di negeri teknologi. Dengan kualitas sinyal mumpuni, walau di tempat yang entah di mana, saya akhirnya bisa merasakan manfaat yang cukup berarti dari smart phone yang saya beli. GPS menyala, dan saya kembali terkejut...
Kenapa saya bisa terdampar sejauh ini?!! 1 km mendekati 2km sepertinya. Sepertinya supir taksi tidak mendengar nomor rumah alamat yang saya minta, sehingga dia mengantarkan sampai ke ujung desa -_-...
Namun dengan suasana sekitar yang putih merata ditutupi salju, ditambah gemericik air yang sesekali, saya tahu bahwa tak ada salahnya saya tersesat. Walaupun terkadang saya harus mengeluh karena jalan bersalju yang membuat sepatu saya basah dan kedinginan, saya tahu hahwa saya harus bersyukur karena bisa menikmati salju yang setiap tahun hanya bisa saya lihat di film-film natal di televisi. Setelah melihat salju, saya sering merutukinya sebenarnya. Licin, dingin, membuat saya harus memakai baju tebal dan berat, pernah membuat saya terpeleset. Tapi memang manusia tak akan pernah bisa melawan alam. Merasa bisa, tapi tak akan pernah sanggup menghias alam hingga seindah ini.
Jauh, bawaan berat di tangan, dingin, lolongan anjing, mobil-mobil yang sese kali lewat dan pengemudinya memandang aneh kepada saya, atau tatapan heran orang yang sesekali melintas. Saya bisa saja meminta orang yang lewat di situ untuk mengantarkan saya ke tempat tujuan, tapi entah kenapa saya tidak mau. Biarlah, saya sedang ingin sendiri--tidak--berdua dengan alam.
Tabik.
2013-01-02
Kamis, 27 Desember 2012
#NegeriOrangPart30: Cerita Tak Utuh
Terkadang senyum itu bisa lahir dari teman-teman yang baru saja kamu kenal.
![]() |
| Phuong, saya, dan Ahn. Sayang Eungok dan Teuk Ahn tak terpotret |
Senin, 24 Desember 2012
#NegeriOrangPart29: Ketika Teman Ngopi dan Ngeteh Itu Pulang...
Kau salah ketika mengatakan bahasa adalah penghambat. Dulu ketika manusia hanya bermodalkan batu dan bahasa sederhana pun mereka bisa hidup. Bukan, jangan salahkan bahasa, tapi pupuklah keterikatan itu.
Wanna More.?
Jumat, 21 Desember 2012
#NegeriOrangPart28: Ibu Marah pada Saya Tidak Ya?
멀어서 슬프고슬퍼서 흠도 티도 없는사랑이여--유안진
Karna jauh ku sedihkarna sedih, cinta pun tak berkeluh debu...
Kamis, 20 Desember 2012
#NegeriOrangPart27: Oke, Ini Air Mata
Kehidupan kita bagai musafir yang lalu lalang memang. Tapi, bukannya musafir tidak menangis ketika dia meninggalkan tempat yang disinggahinya bukan?



















