rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Sabtu, 07 Juli 2012

#NegeriOrang7: When I voluntereed at Guryong Village...

Apa yang kita lihat dari Korea? Ketika kita melihat dari jarak jauh, yang kita lihat mungkin tancapan gedung-gedung pencakar langit, melambangkan kemakmuran yang Korea capai saat ini. Tak salah memang, karena saya pun memandangnya begitu.

Namun, di sebuah sudut di ibukota, Seoul, ternyata kita bisa melihat sisi lain dari Korea. Sisi lain dari gambaran gedung-gedung tinggi yang menjulang. Sebuah desa kecil, mungkin tidak layak disebut desa karena merupakan daerah yang sangat kecil. Di sini, jangan dibayangkan gedung-gedung yang tahan terhadap gempa dan angin topan. Jangan juga membayangkan jalan-jalannya luas yang muat untuk beberapa mobil sekaligus.

Awalnya saya terkejut, adakah desa seperti itu di Seoul? Karena selama ini yang saya lihat hanyalah gedung-gedung mutakhir. Karena itu, ketika mendapat tawaran untuk menjadi relawan untuk membersihkan desa tersebut, saya berpikir perlukah kegiatan tersebut untuk tempat bernama Seoul ini?
Wanna More.?

Rabu, 20 Juni 2012

#NegeriOrangPart6: Say Goodbye with My Friends

"Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?" (QS. 67:3)


Ada perempuan ada lelaki, ada kecil ada besar, ada tinggi ada rendah, ada panjang ada pendek, ada gelisah ada ketenangan, ada bahagia ada sedih, ada tawa ada air mata, ada pertemuan...maka akhirnya ada perpisahan.

Sebenarnya saya tidak perlu bersedih-sedih sangat, karena  banyak teman-teman yang masih akan melanjutkan studinya di sini. Tapi, tetap saja, tangan yang akhirnya tidak bersama lagi itu akan ada air mata yang menetes...
MyEm0.Com
Banyak yang saya rasakan di sini, walau baru (sudah) berjalan empat bulan. Teman baru, suasana baru, pikiran yang terbuka akan budaya negara lain. Tidak ada yang saya sesali di sini. Entah itu waktu studi saya di UGM yang akan lebih lama, IPK yang akan turun, atau harus mengejar mata kuliah yang sulit nanti...
Tapi yang sudah saya dapatkan di sini tidak terganti...


At Foreign Students Festival, Kyunghee University. Making newspaper hat together, watching student's perform, eat lunch together...
MyEm0.Com
Wanna More.?

Minggu, 17 Juni 2012

#ACupofCoffe1: Islam dan Sejarah Kopi

Tulisan ini mungkin cuma sekedar selingan, di tengah persiapan ujian, perjalanan menuju dan dari Busan, dan minat yang mulai tumbuh tentang kopi. 

Ya, kopi. Awalnya saya kira kopi adalah minuman biasa saja. Cuma minuman yang bisa menahan kantuk, atau yang tersaji di tengah-tengah kesibukan membaca koran atau menunggu teman. Kalau di Korea, kopi digolongkan sebagai 기호식품, yaitu makanan/minuman di mana ada segolongan orang yang suka dan segolongan orang yang tidak suka.
Wanna More.?

Jumat, 18 Mei 2012

#NegeriOrangPart5: Puisi di Subway? Romantisme Antara "Pertemuan" dengan "Kesibukan"

Jalanlah melewati stasiun-stasiun subway di Korea, terutama di Seoul, maka Anda akan melihat puisi-puisi ‘bertebaran’ di depan mata.


Saya merasakan begitu mudahnya menikmati puisi di sini, di Korea. Tanpa perlu susah-susah membuka buku, ketika menunggu kereta tiba pun, saya bisa menikmati puisi yang tertulis di pintu subway. Meskipun saya tidak sepenuhnya mengerti, tapi bagi saya membacanya saja sudah merupakan suatu kenikmatan tersendiri.

Saya berpikir, kenapa? Kenapa pemerintah mau repot-repot menuliskan puisi di stasiun bawah tanah? Tempat di mana orang-orang jarang yang memperhatikan, karena sempitnya waktu mereka dan kesibukan mereka dengan gadget lain?
Wanna More.?

#NegeriOrangPart4: 우리 (Uri, Kita), Salah Satu Faktor Keberhasilan Orang Korea

Kadang saya bertanya, kenapa Korea (Selatan) bisa berhasil seperti sekarang ini, dalam konteks industri dan perekonomian? Banyak cerita yang sudah saya dengar, seperti bahwa orang Korea giat, ‘cepat-cepat’, dll. Tapi tetap saja ketika saya di sini, saya bertanya kembali, kenapa mereka bisa berhasil? Kadang saya melihat, mereka tak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Malah mungkin, seorang pelajar kelihatan lebih sering bermain daripada belajar.

Namun, ada satu yang akhirnya saya sadari dari prinsip keberhasilan orang Korea, yaitu prinsip 우리 (uri= kita). Orang Korea sering sekali menggunakan kata ‘kita/kami’ daripada ‘saya’. Bahkan ketika makan bersama pun, prinsip ini dipakai.
Wanna More.?