rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Jumat, 04 Oktober 2013

Agar Inovasi Tak Berhenti Pada Ide

http://www.peterlim-mba.com/files/motivation/23-kreatif-inovatif.gif

Berbicara tentang inovatif bukan hanya tentang perkembangan teknologi baru yang ‘inovatif’, tapi tentang ide, pikiran, dan filosofi yang meresap dalam hidup manusia.

Selama ini, kita cenderung mengorelasikan kata ‘inovatif’ dengan ‘teknologi’. Seakan-akan, yang perlu inovasi itu hanyalah teknologi bendawi. Padahal, sejatinya yang terus berinovasi adalah pikiran manusia, teknologi atau kebendaan itu hanyalah buah dari inovasi manusia. Inovasi berputar dalam otak manusia, dan mampu membuahkan pikiran baru yang bersifat non-bendawi, atau juga yang bersifat bendawi.
Wanna More.?

Senin, 23 September 2013

Ketika Jam Setengah Enam Sore di Tempatmu Berarti Terlambat di Kalenderku


masih jam setengah enam sore di tempatmu
dalam jarak dan ruang yang berwaktu ini kita berkaca
oh ya, aku dan kau tak terpisah dalam maya ya?

masih jam setengah enam sore di tempatmu
entah terlambat entah tidak
rasanya jari ini tak tergerak
hanya untuk ucapkan...

kuakui aku lupa...
sedih sekali melihat jejaring sosial harus mengingatiku akan hari jadimu
sedih sekali mengingat otakku tak mampu lagi berbagi ruang untukmu

Wanna More.?

Kamis, 01 Agustus 2013

Yang Berjalan dan Berbicara Terlebih Dahulu


Karakter di atas bermakna ‘kakak laki-laki’.  Tanda kotak di atasnya berarti mulut dan dua garis di bawahnya berarti kaki. Seseorang yang berjalan (dengan kaki) terlebih dahulu dan memimpin dengan kata-kata, terlebih ketika sang ayah tidak ada, ia adalah kakak (laki-laki).

Dalam budaya kita, agak sulit dipahami apa relasi antara mulut dan kaki sehingga bisa membentuk makna kakak. Tapi bagi orang China—yang kita disuruh berguru sampai ke sana—seorang kakak itu bukan hanya sekedar orang yang lebih tua daripada adiknya, tapi seseorang yang berjalan atau memimpin lebih dulu. Seorang kakak menjadi contoh ketiga setelah Ayah dan Ibu, bagi adik-adiknya.
Wanna More.?

Minggu, 21 Juli 2013

Profesionalisme Secepat Kilat

Tidak ada masa singkat yang bisa ditempuh oleh seseorang untuk menjadi seorang Profesional.


Ibu Nug, menceritakan kisah ini kepada saya--lebih tepatnya kami. Saat penyeleksian guru untuk ditempatkan di SMK Alat Berat, terpilihlah sekitar 8 orang yang dirasa layak untuk mendapat amanah ini, dari total kuota 9 orang. Kenapa begitu sulit? Kenapa begitu sedikit? Jawabannya adalah karena mahasiswa saat ini--yang diseleksi tersebut--begitu menjunjung profesionalitas sehingga tak mau kalau ke'profesional'an mereka hanya dihargari tiga setengah juta rupiah.

Saya rasa itu cerita yang tak lagi baru, mengingat kisah-kisah seperti itu mungkin akan sering ditemui di berbagai tempat. Mahasiswa baru lulus, sudah merasa diri mereka profesional dan kurang jika hanya mendapat gaji sekitar 3-4 juta per bulan.

Wanna More.?

Sabtu, 20 Juli 2013

#NegeriSaya How Are You, Indonesian Maritim?

I was wondering, how my country's maritim is now? No, I was thinking that I can't imagine at all this idiom, "Our ancestral was a sailor."

Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa...

FYI, I search that lyric on google..! Gosh, my grandfather always sang that song when I was a child, but now I forgot all. WHY?

Maybe because I can't even imagine what does it mean, "Our ancestral was a sailor."
I live in land--nor the rice field, and went to the beach twice in one year, when I got vacation. And because I was still child, I can't know how sailorman's life is. 

It's ironic when remembered that my--our--country is 1/4 land and 3/4 sea. But when Soeharto lead this country 15 years ago, it is said that he was focused just on agrarian potency, forgetting 75% Indonesia's maritim potency. Green Revolution, something which always come in school books. 

I didn't realize that I have forgotten this idiom, "Nenek moyangku seorang pelaut." but now I realized.

One display at ARTJOG 13 which took 'Maritim' theme
Wanna More.?