rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Minggu, 21 Juli 2013

Profesionalisme Secepat Kilat

Tidak ada masa singkat yang bisa ditempuh oleh seseorang untuk menjadi seorang Profesional.


Ibu Nug, menceritakan kisah ini kepada saya--lebih tepatnya kami. Saat penyeleksian guru untuk ditempatkan di SMK Alat Berat, terpilihlah sekitar 8 orang yang dirasa layak untuk mendapat amanah ini, dari total kuota 9 orang. Kenapa begitu sulit? Kenapa begitu sedikit? Jawabannya adalah karena mahasiswa saat ini--yang diseleksi tersebut--begitu menjunjung profesionalitas sehingga tak mau kalau ke'profesional'an mereka hanya dihargari tiga setengah juta rupiah.

Saya rasa itu cerita yang tak lagi baru, mengingat kisah-kisah seperti itu mungkin akan sering ditemui di berbagai tempat. Mahasiswa baru lulus, sudah merasa diri mereka profesional dan kurang jika hanya mendapat gaji sekitar 3-4 juta per bulan.

Wanna More.?

Sabtu, 20 Juli 2013

#NegeriSaya How Are You, Indonesian Maritim?

I was wondering, how my country's maritim is now? No, I was thinking that I can't imagine at all this idiom, "Our ancestral was a sailor."

Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa...

FYI, I search that lyric on google..! Gosh, my grandfather always sang that song when I was a child, but now I forgot all. WHY?

Maybe because I can't even imagine what does it mean, "Our ancestral was a sailor."
I live in land--nor the rice field, and went to the beach twice in one year, when I got vacation. And because I was still child, I can't know how sailorman's life is. 

It's ironic when remembered that my--our--country is 1/4 land and 3/4 sea. But when Soeharto lead this country 15 years ago, it is said that he was focused just on agrarian potency, forgetting 75% Indonesia's maritim potency. Green Revolution, something which always come in school books. 

I didn't realize that I have forgotten this idiom, "Nenek moyangku seorang pelaut." but now I realized.

One display at ARTJOG 13 which took 'Maritim' theme
Wanna More.?

Selasa, 18 Juni 2013

Poisoned by...

"Kadang kita berpikir kita tak bisa di sana dan di sini, dan pikiran itu merayap merasuki diri kita hingga kita lupa kita bisa berubah."

#Cafe_Maniac, mungkin itulah penyakit yang sedang saya alami saat ini. Bukan, bukan masalah saya sedang menggandrungi kafe, tapi tentang ketergantungan saya terhadap (suasana) kafe.



Saya akui ritme hidup saya saat ini agak berantakan. Saya bagaikan robot. Pagi sampai sore di kampus, mengurus kuliah maupun tetek bengek lainnya. Malam mengajar, dan sampai pagi buta harus berkutat dengan huruf kotak-bulat [baca: huruf Korea] dan harus menerjemahkannya. Lelah, iya. Terkadang saya sampai lupa kapan saya harus mengumpul tugas, kapan saya harus mengerjakan tugas, dan lain-lain.
Wanna More.?

Selasa, 04 Juni 2013

Ketika Separuh-Mitos pun ber-Trustworthy...

Alkisah seorang Bhisma, telah berjanji menjadi brahmacari, yaitu seseorang yang tak akan menikah seumur hidupnya. Ketika mengucapkan janji tersebut, Bhisma merengkuhnya dalam-dalam dan bersumpah tak akan mengingkarinya. Benar, ia memang benar-benar memegang teguh janjinya, meskipun Dewi Amba yang mencintainya datang kepadanya. Bhisma memang punya tanggung jawab untuk menikahi Dewi Amba, namun ia memilih untuk setia menjadi brahmacari. Karena ia sadar bahwa jika sumpah tersebut ia langgar, akan berakibat buruk pada negara dan keturunannya. Ia memegang teguh janji yang ia sematkan pada dirinya, melampaui jarak-jarak waktu yang ia putuskan untuk ia lewati, hingga titisan Dewi Amba yaitu Srikandi, melepaskan anak panah yang berarti menyelesaikan janjinya.

Cerita Bhisma Mahawira yang terangkum dalam epos Bharathayudha mungkin bukan merupakan cerita yang asing lagi. Bhisma terkenal sebagai seseorang yang memegang teguh janji dan amanah yang ia sematkan pada dirinya dan tahu betul apa akibatnya bila ia melalaikan amanah tersebut. Ada kesadaran di sini, yaitu kesadaran akan beratnya amanah. Suatu hal yang mungkin asing dan sulit ditemui pada zaman sekarang. Amanah di manapun kapanpun akan selalu menjadi hal yang berat, tapi manusia kini menganggapnya semakin enteng.

Wanna More.?

Minggu, 24 Maret 2013

как фия : 'Post Card' Girl

피야 언니의 습관을 알고 있는데 그녀의 블러그를 봤더니 아직도 깜짝 놀랐다.
내 이름이 있기 때문이다. 피야 언니는 역시 친구들에 대해 쓰곤 한다. 
이런 짧은 글이지만 나한테 감독을 주었다. 한번도 만나지 않은 친군데 왜 감정이 이렇게 깊은가? 피야 언니 블러그
우리 취미가 똑같은가? 우리는 다 엽서를 보내는 게 좋아하는 사람이다. 한국에 있을 때 피야 언니한테 엽서를 한 장이라도 보낼 거라고 약속했다. 한 번, 두 번, 드뎌 보내 보렸다. 그 때 느꼈던 감정은 '그냥 모르는 친구한테 엽서를 보내지 뭐'라는 감정이었다. 근데 우리는 자주 인터넷으로 자주 연락해서 친구는 친구만 생각하진 않다. 친구란 친구라는 의미를 탁월한 것이다. 지금까지 만날 수 없겠지만 엽서로 피야 언니의 사랑을 전달되었다.
피야 언니, 이 인생에는 우리 만날 수 없으면 안돼..!
한번이라도...
피야 언니 썼던 편지

Wanna More.?